Jumat, 02 September 2022

Resume ke- 6 Belajar Menulis @27

Resume ke-6
Gelombang 27
Tanggal : 2 September 2022
Tema : Rahasia Mudah Menulis & Menerbitkan Buku untuk Berprestasi
Narasumber : Rita Wati, S.Kom.
Moderator : Arofiah Afifi

Sebuah materi yang kembali menghipnotis diri untuk tidak melewatkan pelatihan malam ini. Untuk ke sekian kalinya tidak ada alasan untuk mundur. Walaupun belum bisa seperti orang lain yang begitu produktif menulis setiap hari. Tapi saya tetap berusaha untuk memaksakan diri untuk menulis. Semoga proses belajar ini dimudahkan dan bernilai ibadah. 

Pelatihan ini dimulai dengan sebuah pantun pembuka salam dari sang moderator. Sungguh tersanjung dengan kalimat beliau yang mengatakan bahwa kami adalah orang terpilih yang mengukir sejarah yang akan dikenang di masa mendatang. Masya Allah semoga terwujud. 

Moderator kali ini sangat senang berpantun. Beliau juga senang memperkenalkan diri. Beliau mempunyai nama unik dan tidak pasaran yaitu Arofiah Afifi. Biasa dipanggil Ovi. Beliau lulusan gelombang 24 bersama Bu Mutmainnah. Masih ingatkah kalian dengan Bu Mutmainnah? Tentu ingat, beliau adalah moderator saat pertemuan ke-3 bersama Queen of Diction, Maydearly dan pertemuan ke-5 kemarin bersama Bu Noralia. 

Nah, sekarang fokus ke narasumber malam ini. Tahukah kalian? Narasumber kita kali ini adalah seorang peraih youtube terbaik dalam metode pembelajaran melalui youtube. Beliau juga sering mendapatkan juara dalam lomba menulis nasional. Beliau bernama lengkap Rita Wati. Informasi lengkap tentang beliau bisa dilihat di tautan ini https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html

Beliau menceritakan asal usul beliau mengikuti pelatihan Belajar Menulis sampai menghasilkan suatu karya buku. Sungguh kebanggaan beliau juga dapat berduet dengan Prof. Richardus Eko Indrajit. Walaupun tidak tahu beliau itu siapa, tapi saya yakin itu pasti suatu pencapaian yang baik. Apalagi beliau juga bisa meraih juara blog dan guru inspiratif. 

Beliau juga pernah mendapatkan kehormatan menjadi Speaker dalam penutupan kegiatan bersama 5 negara pada 26 Agustus lalu. 

Sebelum ke materi utama, narasumber memberikan pertanyaan tentang alasan kita mengikuti Kelas Belajar Menulis PGRI. Beginilah jawaban para peserta:
Mayoritas peserta menjawab "ingin bisa menulis" sedangkan saya sendiri ingin membuat buku solo. 

Beliau juga berbagi pengalaman ketika menjadi penulis, kurator, editor, moderator dan narasumber, hingga terpilih menjadi guru inspiratif 2021 dan menginginkan event internasional. 
Menurut beliau, ada beberapa hal yang seringkali menjadi permasalahan seorang penulis pemula sebagai berikut. 
1. Susah ide
2. Miskin kosa kata
3. Sulit merangkai kata
4. Menunda-nunda
5. Bingung mau menulis apa
6. Tidak Percaya Diri
7. Bingung mau dimulai dari mana
8. Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca

Untuk membongkar Rahasia Menulis hingga Menerbitkan Buku, kita dihadapkan kembali dengan sebuah pertanyaan:
Apa tujuan Anda menulis? 

Coba Anda pilih: (mana yang sesuai) 
1. Hanya sekadar ingin belajar
2. Terpaksa persyaratan naik pangkat
3. Hobi dan meningkatkan prestise
4. Tambahan penghasilan

Jawaban yang tepat untuk mengatasi segala permasalahan seorang penulis pemula adalah dengan membaca dan menulis. 
Menurut beliau, seorang penulis itu harus banyak membaca sehingga menemukan ide. 
"Membaca itu tidak mesti harus membaca buku akan tetapi membaca kejadian. Contohnya: mengalami suatu peristiwa yang bahagia atau sedih kemudian dituangkan ke dalam tulisan. Dari hal itu Anda sudah berlatih menjadi seorang penulis." (Rita Wati) 

Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku dan berprestasi
1. Tentukanlah tujuan/motivasi Anda menulis. Misalnya hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat, bisa jadi karena ingin mendapatkan uang. (Pilih salah satu yang sesuai) 

2. Setelah menentukan motivasi hal selanjutnya mulai menulis. Tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran Anda. Misalnya tentang lingkungan sekitar, tentang siswa, tentang binatang kesayangan, hal-hal yang senangi atau kuasai.

3. Tuangkan semua ide yang ada ‘tunda dulu’ untuk mengedit tuntaskan semua ide dalam tulisan hingga selesai.

4. Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi  menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5. Lakukan setiap hari

6. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep. Jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.

7. Mulailah join menulis Buku Antologi. 
Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri  menjadi seorang penulis.

Saran dari narasumber, Apabila Anda sudah terbiasa menulis maka mulailah mengikuti perlombaan menulis apa itu puisi, cerpen essay, karya ilmiah, lomba blog dll. 
Awal-awal kalah tidak masalah semua berawal dari kekalahan yang pasti jangan pernah menyerah karena banyak pembelajaran yang akan kita dapati kalau kita selalu memperhatikan tulisan para pemenang.

Narasumber hebat kita kita membuat artikel tentang "Cara Memilih Judul agar Tulisan Kita Layak Terbit". Kamu bisa melihatnya di tautan ini https://www.kompasiana.com/ritapinang/5f4b29f3d541df030a41e7d4/cara-memilih-judul-dan-tema-agar-tulisan-kita-layak-terbit
Di samping itu beliau juga menyampaikan agar tulisan kita berkualitas dan enak dibaca, kita harus memperhatikan kaidah dasar-dasar penulisan. Berikut ini kesalahan dasar penulisan yang sering muncul. 
1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat. (bisa jadi karena buru-buru dalam menulis) 
2. Paragraf panjang-panjang. (usahakan paragraph tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf. Terlebih kalau di blog usahakan 
3. Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).
4. Kata baku. (bisa install KBBI V) 
5. Penggunaan kata yang tidak efektif.
6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru 
7. Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung

Sekian materi yang disampaikan pada kelas hari ini, sungguh bermanfaat dan bisa segera dipraktikkan. Masya Allah. 

Penulis : Gina Dwi Septiani

Rabu, 31 Agustus 2022

Tantangan untuk Menulis

Ternyata menulis itu tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Apalagi bagi seorang Ibu bekerja. Di samping harus mengurus anak, kita memiliki pekerjaan yang tidak sedikit. Namun di tengah kesibukan yang dimiliki. Minimal kita bisa meluangkan bahkan memaksakan untuk menulis. 

Mengapa demikian? Ya, harus. Karena dengan memaksakan kita mau tidak mau akan menghasilkan. Dengan menghasilkan kita punya karya. Meskipun awalnya kurang baik. Lama kelamaan dengan sambil terus belajar, kita akan semakin berkembang. Sampai akhirnya mendapatkan hasil yang terbaik. 

Mungkin pada awalnya kita hanya bisa bermimpi. Tapi percayalah mimpi itu, pasti akan terwujud. Walau terkadang Allah berikan tidak langsung dan sesuai. Namun pasti yang diberikan adalah yang terbaik untuk kita versi Allah. 

Bagaimana cara kita mendapatkan ide untuk menulis? Mungkin ini bisa jadi alternatif, dari pengalaman saya pribadi. 
1. Siapkan buku kecil/notebook
Dalam buku kecil ini kalian bisa menuliskan apa yang sedang, telah, bahkan akan dilakukan. Kalau kalian lebih sering menggunakan gawai (handphone), silakan bisa menggunakan aplikasi catatan/note juga. 
2. Setiap dapat ide/inspirasi segera tuliskan
Terkadang mencari ide itu sulit, sebenarnya mudah. Amati saja orang lain dan sekitar, pasti muncul suatu informasi. Namun kadang mengabaikan itu dan tidak langsung dituliskan. Sehingga ide itu kadang hilang dan sulit muncul kembali. 
3. Banyak berdiskusi dengan orang sekitar
Apabila kita mempunyai permasalahan, tidak ada salahnya kita berbagi dengan orang lain. Namun bisa juga sebaliknya kita menjadi pendengar bagi mereka yang membutuhkan  teman curhat. 

"Paksakan, paksakan, paksakan Menulis"

"Semangat, Semangat, Semangat Menulis"

"Lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan Menulis"

"Kamu pasti Bisa, Bisa, Bisa"

Diri ini hanyalah insan yang lemah
Masih banyak berbuat salah
Namun diri tak mau kalah
Dengan dunia antah berantah

Cimareme, penghujung Agustus 2022

Resume ke-5 Belajar Menulis @27

Resume ke-5
Gelombang 27
Tanggal : 31 Agustus 2022
Tema : Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Narasumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
Moderator : Mutmainah

Tidak terasa Pelatihan Belajar Menulis ini sudah sampai pertemuan ke-5. Materinya semakin menarik. Malam ini rasanya akan menjadi momen bersejarah kembali. Ilmu-ilmu baru penuh manfaat akan tersampaikan. 

Pelatihan pun dimulai, moderator pun membuka kelas dengan sebuah kutipan dari Pramudya Ananta Toer sebagai berikut. 
"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari."

Ditambah lagi kutipan yang lain, "menulislah dengan tulisan jelek, karena tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan".

Kegiatan Menulis yang sedang kita jalani memang tingkat literasinya paling tinggi, bila dibandingkan mendengar, berbicara dan membaca. Pada awalnya memang tidak mudah, tapi dengan mencoba untuk memaksakan diri untuk menulis. Karena dengan meninggalkan tulisan manusia akan semakin mudah diingat.

Berbeda dengan menulis karya tulis non ilmiah. Dalam menulis karya ilmiah membutuhkan pemikiran yang utuh, bahkan lumayan sulit dan butuh banyak waktu untuk mengerjakannya. Namun bukan berarti kita tidak akan bisa membuatnya. Kalau sudah tahu cara dan teknik penulisannya pasti kita bisa menulis juga. Jadi semangat terus, kita pasti bisa. 

Narasumber malam ini sedikit berbeda. Beliau mengajak kami berdiskusi tentang Karya Tulis yang pernah dibuat. Para peserta menyampaikan jawaban yang beragam. 

Karya tulis ilmiah, sebuah tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Begitu yang disampaikan oleh narasumber. Seringkali karya ilmiah ini dihasilkan dengan penuh perjuangan, bahkan lembur sampai malam. Walaupun pada akhirnya disimpan di perpustakaan dan belum tentu diminati oleh pembaca. 

Tapi tenang saja, narasumber kita ini punya solusinya. Salah satu solusinya dengan mengubah Karya Ilmiah menjadi sebuah BUKU. 

Berikut ini Manfaat dari Mengonversi Karya Ilmiah menjadi Buku
1. Masyarakat awam dapat mudah membacanya. 

2. Kita mendapatkan keuntungan dari penjualan buku. 

3. Khusus ASN, sebagai salah satu alternatif publikasi ilmiah (Laporan PTK dan Buku) yang akan menambah poin angka kredit. 

4. Penulis akan mudah dikenal, karena banyak karya yang sudah dihasilkan. 

5. Ilmu semakin luas tanpa batas. 

Adapun Narasumber menyampaikan Cara Mengonversi Karya Ilmiah Menjadi Buku sebagai berikut. 
1. Ubah Judul
Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. 

Sebagai contoh: 
Judul Tesis, Pengembangan Modul Berbasis Riset pada Materi Reaksi Redoks untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas X SMA

Ketika diubah menjadi judul buku menjadi "Kiat Menulis Modul Berbasis Riset"
Catatan :
Apabila dilihat dari contoh judul di atas, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan/pembuatan modul. Jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul popular.


2. Ubah Daftar Isi
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 Landasan Teori
BAB 3 Metode Penelitian yang berisi rumus-rumus statistika
BAB 4 Hasil dan Pembahasan
BAB 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran

Catatan :
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (Ikuti Pedoman 2W+1H)
Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET
Bab 2(What) menjelaskan apa itu modul berbasis riset
Bab 3,4,5, dan seterusnya (How) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

Contoh :
Boleh juga mengembangkan Materi dari Bab 2 di Karya Tulis Ilmiah (KTI) . 

Sebagai contoh Bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. Hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. Metode Pembelajaran
2.5 Pembelajaran Berbasis Riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
Sub Bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku

Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. Belajar
2.2. Permasalahan dalam Pembelajaran
2.3. Hasil Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian Media
3.2. Jenis Media
3.3. Manfaat Media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 MENGENAL MODUL
4.1. Pengertian Modul
4.2. Karakteristik Modul
4.3. Sistematika Modul
4.4. Kelebihan Modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai. 

3. Ubah Sedikit Isi Karya Ilmiah
Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Misalnya Judul "Implementasi Media Stereofoam Pembelajaran Organisasi kehidupan untuk meningkatkan Kreativitas", maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media (Pengertian, Manfaat, Jenis), Pembelajaran (Materi tentang Belajar Mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

Catatan : 
Hilangkan semua "kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah. Apabila ada grafik, usahakan tidak terlalu banyak, ubah saja menjadi kalimat.

4.  Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. 
Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku. 

5. Daftar pustaka boleh menggunakan blog. 
Alangkah lebih baiknya itu blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e-book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, usahakan untuk tidak menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya. 

6. Berikanlah ulasan 
Dalam hal ini ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut. 

7. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman
memiliki format A5 dengan  huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit. 

Narasumber kita yang hebat ini juga menyampaikan cara mengubah laporan penelitian menjadi artikel
Untuk langkahnya :
1. Abstrak 
Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam abstrak

2. Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah, tinjauan Pustaka secara singkat, tujuan penelitian

3. Metode penelitian
Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian (dalam bagan saja), analisis penelitian

4. Hasil dan pembahasan
Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau diagram serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan dengan teori yang ada

5. Simpulan
Menjawab tujuan penelitian

Daftar Pustaka diusahakan yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga. 

Masya Allah, mantap sekali materi hari ini. Singkat, padat dan jelas. Salah satu alternatif lagi untuk bahan tulisan di masa depan. Semoga bisa mencobanya. Aamiin

Semua materi hari ini sungguh bermanfaat sampai saya tidak bisa mengubah karena begitu pentingnya. Semoga ada koreksi juga bagi saya untuk pengembangan tulisan saya. Terima kasih. 

Kalimat penyemangat dari Narasumber:
"Kesulitan terbesar dalam menulis KTI adalah mengalahkan mood untuk tidak menulis dan berkarya"

"Salah satu solusi, gabung di komunitas penulis maka semangat berkarya dan menulis akan terus terpantik dan menyala"

Penulis : Gina Dwi Septiani



Selasa, 30 Agustus 2022

Jejak Diri dalam Belajar Menulis @27 bagian ke-3

Queen of Diction yang Memukau

(Sumber Foto : Blog Maydearly)

Pertemuan ketiga dalam kelas Belajar Menulis semakin menarik. Narasumber cantik bernama asli Maesaroh, yang akrab dipanggil Maydearly. Beliau diberi gelar Queen of Diction, karena ungkapan indah ditulisnya dalam puisi. 
Didampingi sang moderator, yang tidak lain adalah tetangganya bernama Mutmainah, beliau pun membuka kelas dengan kata-kata yang manis. 

Ulasan kelas kali ini membahas tentang Cara Membuat Resume yang Baik. Sebelum membuat resume, tentunya kita harus mengetahui apa maknanya. Resume adalah sebuah tulisan berisi informasi penting yang disampaikan kepada pembacanya. Narasumber mengatakan bahwa seseorang harus memiliki mental yang kuat, sebelum memahami cara membuat sebuah resume. Apalagi yang berminat menulis di blog sebagai media. Dengan memiliki psikologis yang baik, tentunya siap menjadi seorang blogger. 

Maydearly dalam salindianya memaparkan 4 poin penting yang harus dimiliki seorang blogger pemula sebagai berikut. 
1. Tanamkan Sikap Percaya Diri
Apabila kita merasa tulisan jelek, percayalah mungkin bagi orang lain terasa luar biasa. Terutama bagi mereka yang belum pernah menulis. Jadi tidak perlu malu. Percaya dirilah kamu pasti bisa. 
2. Siap dengan Segala Kritikan
Walaupun budaya kritikan lebih sedikit dari buda memuji. Seharusnya kita siap untuk menerima kritikan dalam upaya peningkatan kualitas tulisan. 
3. Jadilah Penulis yang Informatif dan Edukatif
Tulisan yang bersifat informatif akan sangat dicari oleh para pembacanya. Maka dari itu tidak sulit menjadikan blog sebagai media untuk memberi/menerima informasi. 
4. Bangunlah tulisan di berbagai blog
Mental penulis akan mudah beradaptasi dan memberi perubahan, apabila terbiasa menulis di berbagai blog, misalnya di Kompasiana.

Ternyata mengungkapkan perasaan lebih mudah dibandingkan menyatakan sebuah tulisan supaya bermakna di hati pembacanya. Narasumber pun memberikan obat segala kesedihan dalam menulis. 
Pertama, terus menanamkan rasa percaya diri. 
Kedua, menulis dengan gaya sendiri. 
Ketiga, tidak boleh melakukan salin/tempel dalam menulis. 

Sebuah resume yang baik biasanya didukung relevasi materi dari luar. Selain itu bisa juga disebut buah pemikiran penulis sendiri. 
Langkah-langkah membuat resume yang baik sebagai berikut. 
1. Mengamati
2  Memodifikasi
3. Menghindari copy paste
4. Memparafrase bahasa narasumber
5. Memberi kesimpulan
6. Menulis with own version

Apabila kita mulai mengikuti langkah-langkah di atas, dimulai mengamati resume orang lain, sampai menulis versi sendiri. Sedikit demi sedikit resume yang kita buat akan lebih baik. Pastinya tetap percaya diri untuk terus mencoba untuk menulis. 

"Perjalanan ini baru saja dimulai. Jejak Diri pun belum terlalu banyak. Namun, semoga ini menjadi saksi di mana diri pernah berjuang untuk memperbaiki diri. Menjadi Pribadi yang Hebat dan Luar Biasa di Masa Depan." (Gina Dwi Septiani)


Senin, 29 Agustus 2022

Resume ke-4 Belajar Menulis @27

Resume ke-4
Gelombang 27
Tanggal : 29 Agustus 2022
Tema : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi
Narasumber : Aam Nurhasanah, S.Pd.
Moderator : Rosminiyati



Materi luar biasa selanjutnya yang membuat saya semakin betah berada di kelas ini. Ditemani sang narasumber bernama Aam Nurhasanah bersama moderatornya Rosminiyati. Dua wajah keibuan menambah hangat suasana kelas yang tidak lama lagi akan dimulai.
Sambil menunggu kelas dimulai, saya mengunjungi beberapa artikel yang ramai diperbincangkan. Artikel tentang Wacana dihapusnya Tunjangan Profesi Guru (TPG). Berita aktual yang membuat penasaran sekaligus sedih, apalagi kalau benar terjadi. Namun pemberitaan yang ada tidak mengurangi semangat untuk belajar malam ini. 
Kelas pun akhirnya dimulai. Moderator memperkenalkan narasumber melalui tautan blog https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html (Yang ingin kenal juga silakan ditekan tautan ya) 

Masya Allah, ternyata perjalanan menulis Sang narasumber ini dimulai dari kegagalan. Namun dari sebuah kegagalan dan pengalaman menjadi blogger, pada akhirnya beliau dapat menghasilkan buku antologi pertama berjudul "Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng".
Buku tersebut sangat bersejarah bagi beliau, karena dalam nama beliau berada di urutan pertamapertama dari semua peserta yang menulis. Motivasi tersebut berlanjut sampai akhirnya beliau lulus dan menghasilkan Buku Solo berjudul "Mengukir Mimpi Menjadi Penulis Hebat".
Beliau memiliki impian menulis seribu buku hingga menjadi penulis hebat di masa depan. Prinsip beliau, "Bermimpilah dahulu, jangan takut untuk bermimpi. Wujudkanlah mimpimu, maka menjelmalah buku solo pertamaku".

Di samping menjadi seorang penulis, beliau pun memiliki pengalaman menjadi moderator dan kurator. Sampai akhirnya beliau mengasah keterampilannya dengan mengikuti lomba dan menang juara 1 lomba blog PGRI Tingkat Nasional, Maret 2021.
Tidak berhenti sampai di situ, beliau juga memiliki pengalaman menjadi editor sehingga membuatnya banjir pesanan dari teman-teman belajar menulis. 
Mimpi demi mimpi menghampiri, dibuktikan dengan banyaknya undangan memintanya untuk menjadi narasumber kelas Nasional. 

Dari pengalaman Sang Narasumber malam ini kita bisa belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dalam meraih mimpi. Buktinya beliau yang telah melalui berbagai pengalaman, yang ternyata itu semua bermula dari sebuah kegagalan. Maka dari itu Semangat, Semangat, Semangat. Yuk kita pasti bisa. 

Bu Aam, Narasumber kita malam ini mengatakan bahwa setiap prestasi pasti ada kendala dan hambatannya. Beliau sering kali mengalami kendala mengatur waktu untuk menulis. Kendala itu diatasi dengan membuat skala prioritas. Semua agenda penting didahulukan. Apabila merasa bosan, boleh berhenti sejenak. Mencari hiburan, bisa dengan menyanyi, merajut, melakukan wisata agar pikiran kita segar kembali. 

Penulis : Gina Dwi Septiani