Senin, 12 September 2022

Resume ke-10 Belajar Menulis @27

Resume ke-10
Gelombang 27
Tanggal : 12 September 2022
Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber : Sudomo, S.Pt.
Moderator : Sigid Purwo Nugroho

Penyampaian materi ini dimulai dengan menyimak video Materi "Menulis Cerita Fiksi itu Mudah". Berikut ini tautannya https://youtu.be/dXX9RWxT_u8
Dalam video tersebut memaparkan materi tentang Menulis Cerita Fiksi. Adapun bahan yang bisa didiskusikan sebagai berikut. 
1. Alasan harus belajar menulis cerita fiksi
2. Syarat-syarat menulis cerita fiksi
3. Bentuk-bentuk cerita fiksi
4. Unsur Pembangun cerita fiksi
5. Kiat menulis cerita fiksi

Sebuah kalimat motivasi dari Maya Angelou mengatakan bahwa "Tak ada penderitaan lebih berat daripada memendam cerita di dalam hati"

Kalimat tersebut seperti memberikan pesan, supaya terhindar dari penderitaan, kita harus mengungkapkan cerita terpendam. Cerita itu bisa disampaikan melalui menulis. 

Berikut ini Alasan harus belajar menulis cerita fiksi
1. Menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). 
Menulis cerita fiksi ini menjadi bagian dari Literasi Teks Fiksi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh siswa di bidang literasinya. 

2. Salah satu cara menemukan passion dalam bidang kepenulisan. 
Melalui menulis fiksi, seseorang dapat mengetahui alternatif/bahan untuk tulisannya. Begitu pun dengan gayanya dalam menulis. 

3. Salah satu upaya menyembunyikan dan menyembuhkan diri. 
Menulis fiksi juga bisa digunakan sebagai media dalam menyembunyikan dirinya dalam sebuah karya tulis berupa rekaan yang diambil dari kisah hidupnya. Kegiatan menulis fiksi ini dapat menjadi proses penyembuhan diri dari masalah yang sedang dialami. 

4. Salah satu jalan mengeksplorasi kemampuan menulis. 
Kalian dapat mengekspresikan dirinya melalui menulis fiksi. Melalui kegiatan ini pula, kalian dapat mencoba segala hal terutama dalam meningkatkan kemampuan menulis. 

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menulis cerita fiksi yaitu:
1. Komitmen dan Niat yang kuat
Dalam menulis cerita fiksi harus berusaha untuk mempelajari dan menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai. 
2. Kemauan dan kemampuan riset
Riset/penelitian ini diperlukan dalam cerita fiksi, yaitu untuk mendukung alur cerita yang telah dibuat. Penelitian ini tidak harus serius, cukup mencari informasi yang terjadi di lapangan (literatur). 
3. Banyak membaca cerita fiksi
Sebelum menulis cerita fiksi, melalui kegiatan membaca, kita dapat memperoleh gambaran teknik penulisan, gaya bahasa bahkan menambah kosakata. 
4. Mempelajari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) 
Kegiatan ini dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan diri ketika swasunting setelah selesai menulis cerita fiksi. 
5.Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi
Apabila kalian sudah memiliki dasar menulis yang kuat, akan memudahkan dalam membiasakan diri menulis cerita fiksi. 
6. Menjaga konsistensi menulis
 Konsistensi yang dijaga akan membuat kalian menemukan gaya penulisan sendiri. 

Narasumber, Sudomo, S.Pt. menyampaikan dalam salindianya. Ada beberapa bentuk cerita fiksi yang bisa menjadi alternatif tulisan kalian sebagai berikut. 
1. Fiksimini
Beberapa kata yang menggambarkan satu cerita utuh. 
2. Flash fiction
Jumlah kata khusus,  misalnya 50 kata, 100 kata, dll. 
3. Pentigraf
Cerita pendek tiga paragraf
4. Cerpen
Cerita yang terdiri dari <7500 kata
5. Novelet
Jumlah kata mulai 7500 s.d. 17.500 kata
6. Novela
Jumlah kata antara 17.500 s.d. 40.000 kata
7. Novel
Jumlah kata lebih banyak dari 40.000 kata

Setelah mengetahui bentuk cerita fiksi, kita dihadapkan pada cara menulis sebuah cerita fiksi. Namun sebelum menulis, kalian harus mengetahui unsur-unsur pembangun cerita fiksi berikut ini. 
1. Tema (Ide Pokok Cerita) 
Dalam menentukan tema, kalian harus menyesuaikan minat, kehidupan bahkan perasaan yang dialami penulis. 
2. Premis
Ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsur premis yaitu: karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan dan resolusi. 
Ketika membuat premis, kalian bisa menuliskan masing-masing unsur premis, kemudian rangkailah menjadi sebuah kalimat utuh. 
3. Alur/Plot
Rangkaian kejadian dalam cerita. Alur itu bisa maju, mundur, campuran, flashback dan/atau kronologis. Unsur-unsur alur yaitu pengenalanpengenalan cerita, awak konflik, menuju konflik, konflik memuncak/klimaks,  penyelesaian/ending.
4. Penokohan
Penjelasan tentang karakter dalam cerita.
Macam-macam tokoh itu ada protagonis, antagonis dan tritagonis. 
5. Latar/Setting
Penggambaran waktu, tempat dan suasana dalam cerita. 
6. Sudut Pandang
Cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang dituliskan. 

Kalimat motivasi dari Neil Gaiman yang dikutip narasumber dalam salindianya berikut ini. 
"Kamu mendapatkan ide dari mengkhayal. Kamu mendapatkan ide dari rasa bosan. Kamu mendapatkan ide setiap saat. Perbedaan penulis dengan orang biasa sadar saat kita melakukannya."

Pak Sudomo pun menyampaikan salah satu alasan asyiknya menulis fiksi yaitu tidak menghambat imajinasi. Imajinasi tidak terbatas. (Sependapat dengan sang moderator, Pak Sigid) 

Di sesi Ruang Kolaborasi, kita diminta oleh narasumber untuk melanjutkan kalimat pembuka berikut ini. 
---
"Aku tidak mau!"

Terdengar suara memecah gelapnya malam. Sesaat setelahnya menghilang. Hanya angin memenuhi pekat malam. Sepertinya aku mengenali suara itu. Itu adalah suara kakakku yang terlihat pergi meninggalkan Ayah dan Ibu di ruang keluarga. 
Ternyata kakak menolak untuk dijodohkan. Dia tidak ingin menikah dengan orang yang tidak dia sukai. Dia telah memiliki laki-laki pilihannya tanpa diketahui oleh orangtua kami. Tapi dia takut untuk mengungkapkan jati diri orang yang disukainya itu. Karena laki-laki itu berasal dari keluarga terpandang. 

---

Wah, mantap sekali memikirkan kelanjutannya. Kalian juga bisa mencobanya dengan melanjutkan setelah tulisan yang dicetak tebal dan dimiringkan. 

Narasumber hebat malam ini, merangkum proses kreatif menulis berikut ini. 
1. Niat
2. Baca
3. Ide dan Genre
4. Outline
5. Menulis
6. Swasunting
7. Publikasi

Idealnya semua proses itu harus dialami. Tapi tergantung kenyamanan setiap penulis. Kalau sudah ada ide, langsung saja tuliskan. Apabila kesulitan meneruskan, cari referensi tambahan. 
Semua materi yang disampaikan saling terhubung satu sama lain. Dimulai dari alasan pentingnya menulis cerita fiksi, syarat, bentuk cerita fiksi, unsur pembangun sampai proses kreatif menulis. Jika kita dapat memahami materi tersebut. Insya Allah segala kendala pun bisa terlalui. Narasumber pun menegaskan pentingnya membuat outline atau kerangka agar tulisan lebih terarah. Begitu juga komitmen diri untuk menyelesaikan tulisan yang sedang ditulis. 


Penulis : Gina Dwi Septiani

Jumat, 09 September 2022

Resume ke-9 Belajar Menulis @27

Resume ke-9
Gelombang 27
Tanggal : 9 September 2022
Tema : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Muliadi
Apakah menurut kalian menulis itu mudah? 
Bisa iya, bisa juga tidak. Hal ini tergantung siapa yang mengalaminya

Materi malam ini disampaikan oleh sosok yang luar biasa. Beliau adalah Prof. Dr.Ngainun Naim. Beliau dikenal sebagai sosok yang murah ilmu. Sayangnya beliau belum bisa menyampaikan materi "Menulis itu Mudah" malam ini. 

Tapi tenang saja, ada Pak Dail Ma'ruf yang akan memberikan materi lanjutan yang menarik juga

Pertemuan ke-9
Materi : Motivasi Menulis dan Membuat Buku
Narasumber : Dail Ma'ruf, M.Pd.
Moderator : Muliadi

Bagaimana caranya supaya mempunyai motivasi untuk menulis? 
Nah, Pak Dail mempunyai caranya sebagai berikut. 
1. Tanyakanlah pada diri, Apakah niat dan tujuan kita menulis? 
Kita bisa menentukan niat dan tujuan sebelum memulai proses menulis. 

2. Ingatlah selalu tujuan awal kita menulis. 
Setiap orang pasti memiliki tujuan berbeda. Apapun tujuannya yang penting kita harus menciptakan tujuan awal menjadi penulis yang kuat. Sehingga tujuan ini bisa digunakan ketika penulis sedang tidak bersemangat. Tujuan awal yang paling utama adalah supaya kita bisa kekal adanya. 

3. Carilah manfaat menulis dan membaca
Mencari manfaat dari menulis dan membaca ini penting, karena dengan mengetahuinya akan membantu kita dalam proses menulis. Sebagian penulis tidak mengetahui berbagai manfaat yang didapatkan dari kedua keterampilan tersebut. 

4. Aturlah manajemen waktu menulis
Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda. Mungkin ada yang mampu dan bisa fokus lama. Ada juga yang hanya bisa setiap ada pertemuan seperti saya. Yang terpenting kita bisa mengatur waktu sesuai dan senyaman mungkin. 

5. Bacalah karya orang lain. 
Hal ini dapat dilakukan supaya kita tergerak untuk melakukan hal yang serupa tapi tak sama. Kegiatan ini juga bisa jadi sumber inspirasi untuk tulisan kita tanpa menyalin milik orang lain. 

6. Carilah suasana yang berbeda dalam menulis. 
Perubahan suasana dimaksudkan supaya penulis maupun pembaca tidak merasa bosan. Bahkan termotivasi mendapatkan ide-ide baru.

7. Gabunglah dengan Komunitas Penulis
Apabila kalian bergabung bersama dengan para penulis, biasanya ada dorongan untuk melakukan hal yang sama. Hal ini akan berdampak positif juga pada proses menulis. Misalnya : Kelas Belajar Menulis ini benar-benar sangat memberikan aura positif. 

8. Carilah wadah menulis
Kalian bisa mengikuti bergabung dengan antologi yang akan dibuat. Misalnya Antologi yang akan digagas oleh Bu Kanjeng dan Pa Dail sendiri yaitu The Power of Writing. Yuk, yang mau bergabung bisa langsung hubungi beliau. 

9. Perbanyaklah bahan-bahan tulisan
Bahan tulisan tidak hanya didapatkan dari pikiran dan pengalaman kita saja. Bisa juga dari pengalaman itu kita bisa tambahkan referensi (Tapi ingat ya, usahakan tidak copas full) 

10. Cobalah tantang diri sendiri untuk membuat tulisan yang berani. 
Dengan menantang diri sendiri kita akan lebih bergairah dalam meningkatkan kemampuan diri. Kalau pun gagal pantang menyerah. Ingatlah tidak ada orang sukses, yang tidak pernah gagal. 

11. Jangan harapkan pujian
Terkadang kalau kita sudah diberikan pujian, kita termotivasi. Namun ketika pujian itu tidak lagi ada motivasi itu hilang. Nah, supaya itu tidak terjadi, setiap kita menulis usahakan untuk tidak mengharapkan untuk dipuji. 

12. Jangan terburu-buru menulis
Sesuatu yang dihasilkan dari proses yang tidak penuh persiapan, biasanya hasilnya pun tidak akan maksimal. Jadi usahakanlah untuk menulis dengan santai dan penuh persiapan. 

13. Berpikir positif tentang tulisan
Selalu berpikir positif terhadap apa yang sudah kita tulis. Yakinlah setiap tulisan pasti menemukan pembacanya. Jadi teringat materi sebelumnya. 

14. Jangan memaksakan diri
Ketika kita sedang tidak bisa menulis, jangan dipaksakan. Karena hasilnya pun tidak akan baik. Apalagi tulisannya tidak kita kuasai. Perlahan saja tapi pasti. 

15. Jangan bandingkan diri dengan orang lain 
Terkadang perbandingan membuat kita berhenti untuk menulis. Merasa tidak percaya diri karena orang lain yang terlihat lebih maju dari kita. Tapi ingat kembali bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi yuk percaya diri saja. 

16. Jaga kesehatan
Ini yang paling utama menjaga kesehatan. Tentunya dengan kondisi sehat, kita bisa beraktivitas. Apapun itu termasuk menulis. 

Rumus menulis itu : Menulis... Menulis... Menulis... begitu kata Sang Moderator (Pak Muliadi)

Pak Dail pun mengatakan kalimat motivasi yang mengena ke hati. 
"LUANGKAN WAKTU UNTUK NULIS--JANGAN TUNGGU WAKTU LUANG"
Secara pribadi, saya sendiri masih merasa berat untuk melakukan kalimat tadi. Apakah kalian juga merasakan hal yang sama? 
Tapi bagaimana pun memang benar, menulis itu memang harus di luangkan, dipaksakan. Kalau tidak, yang tidak ada hasilnya. Seperti halnya sekarang dalam menulis resume. Bila tidak mencoba untuk meluangkan. Pastinya tidak akan jadi ini resume sampai selesai. 

Tahukah kalian, Pa Dail mendapatkan ulasan dari Om Jay tentang Buku Solonya. Bagi yang penasaran kalian bisa lihat di tautan ini https://www.gurupenggerakindonesia.com/jurus-jitu-menjadi-penulis-buku-bermutu/

Sekian resume ini, semoga bermanfaat. Seperti kata Pa Dail, Semoga tetap semangat, Man Jadda Wajada. Yuk tetap optimis untuk menulis. 

Penulis : Gina Dwi Septiani

Rabu, 07 September 2022

Resume ke-8 Belajar Menulis @27

Resume ke-8
Gelombang 27
Tanggal : 7 September 2022
Tema : Komitmen Menulis di Blog
Narasumber : Drs. Dedy Dwitagama, M.Si.
Moderator : SIM Chung Wei, S.P.
Apakah tema/materi malam ini? Masih menjadi misteri. Karena sampai sore hari flyer belum dikirim ke grup belajar menulis. Meskipun begitu tidak mengurangi semangat diri untuk mengikuti kelas malam ini. 
Nah, akhirnya flyer pun dibagikan. Materi hari ini adalah Komitmen Menulis di Blog. Sepertinya materi kali ini semakin serius dan menarik. Bahkan menjadi suatu tantangan lagi di masa depan. 
Kalian penasaran? 
Beginilah pemaparannya

Kelas malam ini sedikit berbeda, narasumber meminta grup kelas untuk tidak dikunci. 
Narasumber kali ini adalah sosok luar biasa yang menjadi guru blog Omjay. 
Kalian bisa melihat CV lengkap beliau di tautan ini https://trainerkita.wordpress.com/about/

Masya Allah banyak sekali pengalaman dan prestasi beliau. Dari menjadi guru hingga pernah menjadi Kepala Sekolah. Hari ini pun menjadi presentasi beliau ke 1.177 sejak tahun 1990. Wah, itu saat saya umur 1 tahun. Sungguh pengalaman yang berharga dan luar biasa. 
Narasumber kali ini langsung melakukan tanya jawab di awal pemaparan materinya. 
1) Bagaimana cara kita semua supaya bisa berkomitmen dalam menulis blog? 
Menurut beliau Apabila berharap semua bisa berkomitmen dalam hal apa saja rasanya sulit, karena setiap orang itu tidak sama. Namun kita bisa membuat komitmen dengan waktu yang kita miliki tanpa harus dipaksakan. 

2) Bagaimana supaya blog kita banyak pembacanya? 
Menurut narasumber, ada dua cara yaitu sebagai berikut. 
1. Kita harus sering berkunjung ke blog orang lain dan memberikan komentar di blog tersebut
2. Buatlah judul-judul yang menarik

3) Apakah bisa menghasilkan pendapat dari menulis blog? 
Tentunya bisa. Namun kita membutuhkan beberapa tahapan untuk menggapainya. Serta usahakan untuk tidak menjadikan itu sebagai tujuan utama dalam menulis. 

4) Bagaimana cara kita melawan rasa malas dalam menulis di Blog? 
Memang rasa malas dalam menulis itu tidak bisa diabaikan, apalagi berbagai kesibukan yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ketika sedang malas menulis, jangan menulis, tidak usah dipaksakan, karena hasilnya pun akan tidak baik. 
Namun, ketika kita ingin menulis tapi tidak punya ide, hal yang bisa dilakukan adalah dengan berkunjung dulu ke blog orang lain. Atau bisa juga dengan melihat situs berita online. 
Dalam menulis blog, kita bisa menyesuaikan dengan waktu yang kita miliki. Ada yang sebulan sekali, seminggu sekali bahkan setiap hari. Kata Pak Narasumber "tidak apa" karena sesungguhnya manusia unik dan punya style sendiri-sendiri. 

Kalimat motivasi dari beliau: "Nikmatilah hidup dari style yang kita punya, agar kita bisa sehat dan tidak stres".

5) Bagaimana membuat tulisan kita agar selalu ditunggu oleh para pembaca? 
(1)Usahakanlah kita membuat tulisan yang bermanfaat untuk orang lain, maka orang akan menunggu tulisan kita untuk dimanfaatkan. Misalnya, resep, bahan ajar, lagu, puisi, cerpen, tips dan trik atau apa saja yang menarik orang lain. 
(2) Gunakanlah teknik MIRRORING (Membayangkan apa yang ingin kita lihat di blog orang lain) tuliskanlah apa saja tentang itu. 

Beliau menambahkan bahwa kalau kita bebas memilih mau menyampaikan bidang apapun. Tidak harus mengkhususkan diri pada satu bidang tertentu. 

Masya Allah kagum, beliau begitu rendah hati. Dengan segala pengalaman dan pencapaian beliau tidak merasa luar biasa. Ternyata beliau memulai untuk menulis di blog itu dari sang adik. Adik beliau adalah pemilik blog guru kreatif. 
Ternyata narasumber kita malam ini, ketika menulis blog, fokus pada apa yang beliau suka. Tidak terlalu suka mengikuti tren. Beliau selalu menulis apa yang beliau sukai. 

Beliau memberikan kalimat yang bagi saya unik dan memotivasi;
"Nikmati saja sesuatu yang tidak biasa, karena itulah hidup".
"Karena hidup itu tak selalu biasa, kejutan itu bahkan membuat seru"

6) Bagaimana cara kita memodifikasi tulisan orang lain supaya tidak terlihat copy paste? 
Caranya, kalian bisa mulai dengan menyalin (copy) tulisan orang lain itu, kemudian di bawanya tuliskan cara bertutur kita dengan kalimat kita untuk mengungkapkan konten tulisan itu. Lalu kalau sudah selesai, hapus tulisan orang lain itu dan munculkan tulisan kita sendiri. 

Materi malam ini benar-benar mantap dan bermanfaat. Tantangan juga membuat resume dari teknik tanya jawab dalam pemaparan materinya. 


Penulis : Gina Dwi Septiani

Senin, 05 September 2022

Resume ke-7 Belajar Menulis @27

Resume ke-7
Gelombang 27
Tanggal : 5 September 2022
Tema : Mengatasi Writer's Block
Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. 
Moderator : Raliyanti
Apa itu Writer's Block
Saya mencoba mencari maknanya. Akhirnya ditemukan bahwa Writer's Block itu adalah Kebuntuan Menulis. Wah, benar-benar materi yang membuat saya tidak bisa berpaling. Semakin hari semakin penasaran dengan materi berikutnya yang akan didapatkan.
(Gambar diambil dari arigetas.com) 

Menurut Wikipedia, kebuntuan menulis adalah sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan untuk menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. 
Materi Mengatasi Writer's Block ini penting dipelajari, karena seringkali dialami oleh para penulis. Semoga malam ini, bisa mendapatkan solusi dari masalah kebuntuan menulis. 

Seperti hari-hari sebelumnya, moderator kali ini membuka kelas dengan sapaan. Beliau pun memperkenalkan dirinya. Raliyanti, asal dari Jakarta. Ternyata dulunya beliau juga salah satu peserta seperti kami. Beliau mengajak kami untuk berkomitmen dalam menulis dan berharap impian kami membuat buku solo dapat terwujud. Aamiin

Moderator pun memperkenalkan narasumber untuk malam ini. Beliau bernama Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. Beliau adalah seorang guru IPA yang berasal dari Subang, muda, cantik dan berprestasi. Pernah meraih penghargaan sebagai Guru Berprestasi tahun 2021. Untuk lebih lengkapnya tentang beliau, kalian bisa melihat tautan ini https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html

Materi kali ini adalah salah satu modal supaya tulisan kita bisa berkualitas begitu kata moderator. Bagaimana mengatasi Writer's Block? 

Narasumber kita kali ini akan memberikan Cara-caranya. Sebelum itu beliau mengatakan "Pernahkan kita merasa kehilangan ide ketika menulis? "
Misal :
(1) Merasa kaku sehingga tidak bisa menulis satu kata pun
(2) Merasa lambat berpikir dan sulit mendapatkan ide baru untuk menulis. 

Apabila pernah merasakan dua hal di atas, berarti kita terkena Writer's Block (WB). 
Narasumber pun membagikan makna dari Writer's Block itu sendiri. 
Masya Allah, sama dengan yang dicari sebelumnya. Namun yang berbeda dengan yang saya pahami sebelumnya. Bahwa ternyata kesulitan fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya sampai merasa stres dan frustasi ketika menulis, itu menjadi tanda-tanda seseorang terkena writer's block. 
Hal itu bisa dialami oleh pemula maupun profesional. 
Menurut beliau, masalah komitmen/ kompetensi penulis bukan salah satu penyebab writer's block. Maka dari itu, siapa saja yang memiliki komitmen tinggi dalam menulis, memungkinkan untuk terkena writer's block. 

Narasumber pun memberi Cara Mengatasi Writer's Block (WB) disertai penyebabnya sebagai berikut. 
(1) Ketika WB menyerang segeralah sadar dan cepat ambil tindakan. Kenalilah penyebabnya
Penyebab : Mencoba metode/teknik baru dalam menulis. 
Solusi : 
Ketika masih kesulitan untuk mencoba metode/teknik baru karena belum terbiasa. Kita bisa mulai dengan mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis terlebih dulu untuk mengurangi efek dari WB. 

(2) Menulis healing, jalan-jalan, atau melakukan hobi lainnya akan menghilangkan WB
Penyebab : Stres
Solusi :
Ketika kita merasa jenuh dan pikiran kita tidak dikendalikan untuk menulis. Di sanalah waktu untuk jeda sejenak dari aktivitas menulis yang telah dilakukan. Bahasa kerennya bisa hiatus dulu. Tapi tetap harus ditargetkan untuk waktu memulai aktivitas menulis kembali. 
Kalian bisa mencoba aktivitas yang sering dilakukan narasumber ketika hiatus yaitu membaca komik. Kegiatan itu ternyata dapat menghasilkan tulisan kembali, begitu kata beliau. 
Di samping menyebabkan WB, Stres ternyata dapat dapat diobati oleh menulis. Istilah ini bisa disebut dengan Menulis Ekspresif
Dalam hal ini, seseorang dapat menuliskan pengalaman traumatisnya dan perasaan saat atau setelah mengalami kejadian tersebut. 

(3) Tetap yakin tulisan kita akan menemukan takdir pembacanya, jadi tidak usah cemas. 
Penyebab : Terlalu Perfeksionis
Solusi :
Apabila kita menulis beberapa artikel/tulisan, jangan terlalu berharap untuk banyak pembacanya. Intinya tidak terlalu fokus pada cara supaya banyak yang membaca. Yakinlah bahwa penulis hebat pun masih perlu merevisi tulisannya. Jadi tidak sempurna itu manusiawi begitu kata narasumber. 

Bu Ditta, sebagai narasumber pun menambahkan ketika menjawab pertanyaan para peserta;
(1) Setiap orang bisa menulis buku dalam satu waktu, tergantung kapasitasnya masing-masing. Namun yang penting dalam membuat sebuah buku yaitu mempunyai outline. Apabila tiba-tiba mengalami kendala. Skala prioritas bisa digunakan. Mana yang harus diselesaikan lebih awal atau yang diakhirkan. 

(2) Apabila ide muncul, segeralah tangkap. Kita dapat menuliskan garis besar tulisan tentang ide itu sampai tuntas. Misal dengan membuat poin-poin terlebih dulu. Kemudian dapat dikembangkan. Walaupun nanti terkena WB kita sudah tahu arahnya karena sudah membuat outline. 
Kutipan bagus dari narasumber;
"Menulis itu ibarat berkendara. Akan sampai, bila kita tahu tujuan akhir yang ingin kita capai dan jalan mana yang harus kita tempuh"


Penulis : Gina Dwi Septiani

Jumat, 02 September 2022

Resume ke- 6 Belajar Menulis @27

Resume ke-6
Gelombang 27
Tanggal : 2 September 2022
Tema : Rahasia Mudah Menulis & Menerbitkan Buku untuk Berprestasi
Narasumber : Rita Wati, S.Kom.
Moderator : Arofiah Afifi

Sebuah materi yang kembali menghipnotis diri untuk tidak melewatkan pelatihan malam ini. Untuk ke sekian kalinya tidak ada alasan untuk mundur. Walaupun belum bisa seperti orang lain yang begitu produktif menulis setiap hari. Tapi saya tetap berusaha untuk memaksakan diri untuk menulis. Semoga proses belajar ini dimudahkan dan bernilai ibadah. 

Pelatihan ini dimulai dengan sebuah pantun pembuka salam dari sang moderator. Sungguh tersanjung dengan kalimat beliau yang mengatakan bahwa kami adalah orang terpilih yang mengukir sejarah yang akan dikenang di masa mendatang. Masya Allah semoga terwujud. 

Moderator kali ini sangat senang berpantun. Beliau juga senang memperkenalkan diri. Beliau mempunyai nama unik dan tidak pasaran yaitu Arofiah Afifi. Biasa dipanggil Ovi. Beliau lulusan gelombang 24 bersama Bu Mutmainnah. Masih ingatkah kalian dengan Bu Mutmainnah? Tentu ingat, beliau adalah moderator saat pertemuan ke-3 bersama Queen of Diction, Maydearly dan pertemuan ke-5 kemarin bersama Bu Noralia. 

Nah, sekarang fokus ke narasumber malam ini. Tahukah kalian? Narasumber kita kali ini adalah seorang peraih youtube terbaik dalam metode pembelajaran melalui youtube. Beliau juga sering mendapatkan juara dalam lomba menulis nasional. Beliau bernama lengkap Rita Wati. Informasi lengkap tentang beliau bisa dilihat di tautan ini https://www.cikgurita.com/2022/06/about-me.html

Beliau menceritakan asal usul beliau mengikuti pelatihan Belajar Menulis sampai menghasilkan suatu karya buku. Sungguh kebanggaan beliau juga dapat berduet dengan Prof. Richardus Eko Indrajit. Walaupun tidak tahu beliau itu siapa, tapi saya yakin itu pasti suatu pencapaian yang baik. Apalagi beliau juga bisa meraih juara blog dan guru inspiratif. 

Beliau juga pernah mendapatkan kehormatan menjadi Speaker dalam penutupan kegiatan bersama 5 negara pada 26 Agustus lalu. 

Sebelum ke materi utama, narasumber memberikan pertanyaan tentang alasan kita mengikuti Kelas Belajar Menulis PGRI. Beginilah jawaban para peserta:
Mayoritas peserta menjawab "ingin bisa menulis" sedangkan saya sendiri ingin membuat buku solo. 

Beliau juga berbagi pengalaman ketika menjadi penulis, kurator, editor, moderator dan narasumber, hingga terpilih menjadi guru inspiratif 2021 dan menginginkan event internasional. 
Menurut beliau, ada beberapa hal yang seringkali menjadi permasalahan seorang penulis pemula sebagai berikut. 
1. Susah ide
2. Miskin kosa kata
3. Sulit merangkai kata
4. Menunda-nunda
5. Bingung mau menulis apa
6. Tidak Percaya Diri
7. Bingung mau dimulai dari mana
8. Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca

Untuk membongkar Rahasia Menulis hingga Menerbitkan Buku, kita dihadapkan kembali dengan sebuah pertanyaan:
Apa tujuan Anda menulis? 

Coba Anda pilih: (mana yang sesuai) 
1. Hanya sekadar ingin belajar
2. Terpaksa persyaratan naik pangkat
3. Hobi dan meningkatkan prestise
4. Tambahan penghasilan

Jawaban yang tepat untuk mengatasi segala permasalahan seorang penulis pemula adalah dengan membaca dan menulis. 
Menurut beliau, seorang penulis itu harus banyak membaca sehingga menemukan ide. 
"Membaca itu tidak mesti harus membaca buku akan tetapi membaca kejadian. Contohnya: mengalami suatu peristiwa yang bahagia atau sedih kemudian dituangkan ke dalam tulisan. Dari hal itu Anda sudah berlatih menjadi seorang penulis." (Rita Wati) 

Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku dan berprestasi
1. Tentukanlah tujuan/motivasi Anda menulis. Misalnya hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat, bisa jadi karena ingin mendapatkan uang. (Pilih salah satu yang sesuai) 

2. Setelah menentukan motivasi hal selanjutnya mulai menulis. Tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran Anda. Misalnya tentang lingkungan sekitar, tentang siswa, tentang binatang kesayangan, hal-hal yang senangi atau kuasai.

3. Tuangkan semua ide yang ada ‘tunda dulu’ untuk mengedit tuntaskan semua ide dalam tulisan hingga selesai.

4. Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi  menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5. Lakukan setiap hari

6. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep. Jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.

7. Mulailah join menulis Buku Antologi. 
Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri  menjadi seorang penulis.

Saran dari narasumber, Apabila Anda sudah terbiasa menulis maka mulailah mengikuti perlombaan menulis apa itu puisi, cerpen essay, karya ilmiah, lomba blog dll. 
Awal-awal kalah tidak masalah semua berawal dari kekalahan yang pasti jangan pernah menyerah karena banyak pembelajaran yang akan kita dapati kalau kita selalu memperhatikan tulisan para pemenang.

Narasumber hebat kita kita membuat artikel tentang "Cara Memilih Judul agar Tulisan Kita Layak Terbit". Kamu bisa melihatnya di tautan ini https://www.kompasiana.com/ritapinang/5f4b29f3d541df030a41e7d4/cara-memilih-judul-dan-tema-agar-tulisan-kita-layak-terbit
Di samping itu beliau juga menyampaikan agar tulisan kita berkualitas dan enak dibaca, kita harus memperhatikan kaidah dasar-dasar penulisan. Berikut ini kesalahan dasar penulisan yang sering muncul. 
1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat. (bisa jadi karena buru-buru dalam menulis) 
2. Paragraf panjang-panjang. (usahakan paragraph tidak melebih dari 10 kalimat dalam 1 paragraf. Terlebih kalau di blog usahakan 
3. Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).
4. Kata baku. (bisa install KBBI V) 
5. Penggunaan kata yang tidak efektif.
6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru 
7. Penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung

Sekian materi yang disampaikan pada kelas hari ini, sungguh bermanfaat dan bisa segera dipraktikkan. Masya Allah. 

Penulis : Gina Dwi Septiani