Senin, 09 Januari 2023

Kejutan dari Tim Solid Om Jay

Hari ini pertama masuk sekolah semester genap di tahun yang baru, 2023. Saat saya membuka pesan whatsapp, ada beberapa pesan yang sampai. Ternyata itu dari Tim Solid Om Jay yang dikirim kemarin malam. Ada Pak Dail, Pak Brian, tidak terlewat yang utama dari sang penggagas kelas Belajar Menulis, Om Jay. Sungguh tersanjung saya diberikan selamat dan diminta bergabung menjadi bagian dari para orang hebat. Kesempatan ini semoga menjadi pembuka jalan kebaikan di awal tahun baru ini. 

Kembali ke masa itu, saya akan menceritakan awal mula bergabung ke Kelas Belajar Menulis gelombang 27. Sebenarnya ketika itu saya menyangka pelatihan ini seperti pelatihan biasanya. Pelatihan yang diikuti sekali kemudian langsung mendapatkan sertifikat. Sejak masuk grup Whatsapp Kelas Belajar Menulis gelombang 27, saya hanya mengamati saja. Saya melihat beberapa orang membuat list kepemilikan blog. Tadinya saya mau buat baru, tapi saya urungkan niat karena sebelumnya sudah pernah buat blog. Sampailah kepada Pembukaan Kelas Belajar Menulis gelombang 27. Dalam pembukaan disampaikan syarat-syarat lulus kelas belajar. Dari sanalah terlihat bahwa pelatihan ini benar-benar serius. Capaian akhirnya adalah menghasilkan sebuah buku solo. Mengetahui hal itu membuat saya menjadi tertarik untuk melanjutkan dan mengamati kelanjutan kelas ini. 

Pertemuan pertama di malam hari, tepat pukul 19.00 WIB kelas belajar menulis dimulai. Pemateri pertama adalah Pak Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Om Jay. Beliau adalah Penggagas kelas belajar menulis. Beliau menyampaikan materi pembuka yang menarik, tentang membuat akun Kompasiana. Beliau juga menyampaikan berbagai keuntungan menjadi penulis Kompasiana. 
Lebih menarik lagi kelas ini, ternyata pengirim resume tercepat diberi panggilan F1 oleh tim Solid. Ketika itu saya mengumpulkan resume yang pertama, begitu pun hari kedua. Saat itu tujuan utama saya adalah mengumpulkan resume supaya bisa segera beristirahat. Namun ternyata ini menjadi motivasi awal menjadi makin rajin membuat resume untuk pertemuan berikutnya. 
Melalui pembuatan resume ini pula yang mengantarkan saya kepada mentor hebat dan super sabar, Bu Widya. Beliau membimbing saya, dari mulai menyusun resume, mengubah resume menjadi draft hingga menjadi buku solo perdana. 
Sekarang, lembaran dan pengalaman baru terbuka untuk saya bergabung dengan Tim Solid. Semoga ini menjadi awal yang baik di tahun yang baik. Insya Allah, Bismillah. 
Cimahi, 9 Januari 2023
Penulis
Gina Dwi Septiani

Sabtu, 29 Oktober 2022

Closing Ceremony Belajar Menulis @27

Closing Ceremony Kelas Belajar Menulis Gelombang 27
Tidak terasa sampai pula di acara penutupan Pelatihan Belajar Menulis Angkatan 27. Tema malam ini yaitu Mewujudkan Indonesia Maju Bersama Penggiat Literasi. 

Akhirnya acara pun dimulai dengan tayangan video opening. Acara ini dipimpin oleh dua MC hebat, Pak Ahmad Fatch dan Bu Tuti Dede. 
Para MC membuka acara dengan memberikan susunan acara terlebih dahulu. Setelah pembukaan, Pak Madeni membacakan ayat suci Al-Quran dengan penuh hikmat. 
Acara utama sampai kepada sambutan-sambutan. 
Sambutan pertama disampaikan oleh Pak Catur yang mewakili Ketua Pengurus Besar PGRI. Beliau menyampaikan sambutan di tengah perjalanan ke Jakarta. Berbagai motivasi berharga beliau sampaikan kepada para peserta. 

Sebelum dilanjutkan ke Sambutan kedua, ada persembahan pantun dari Bu Asneli. 
Tahukah kalian beliau ini piawai membuat pantun, bisa dilihat di blog beliau berikut ini https://menulisbukucom.blogspot.com/

Dilanjutkan dengan Sambutan kedua dari Founder Kelas Belajar Menulis, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., yang akrab disapa Om Jay. 
Beliau menyampaikan sambutan dengan cara yang unik. Sungguh menginspirasi. Sebagai hadiah untuk beliau. Bu Astukah menampilkan Puisi tentang Om Jay setelah sambutan. 

Selepas puisi dari Bu Astukah, dilanjutkan Sambutan ketiga dari perwakilan Narasumber oleh Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang akrab disapa Bu Kanjeng. 
Beliau memotivasi kami untuk melanjutkan perjuangan sampai membuat buku solo dan banyak buku antologi. Akhir kelas belajar menulis ini bukan akhir dalam belajar. Bahkan harus dijadikan awal untuk terus menulis.

Sebelum lanjut ke sambutan berikutnya ada penampilan puisi dari Bu Fitria dan Pak Makripuddin atau yang akrab disapa Pak Arif. Sang host yang sangat mendukung jalannya acara. Tahukah kalian Pak Arif ini, berperan besar dalam acara closing ini. Di tengah aktivitas dan kesibukan beliau, masih menyempatkan untuk membuat tampilan video yang menarik. Sebagai ketua panitia, saya pun merasa berterima kasih. 
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan moderator oleh Bu Helwiyah. 
Beliau menyampaikan pengalaman beliau bergabung dengan kelas belajar menulis. Beliau juga terus memotivasi para peserta untuk terus berjuang dalam menulis. 

Untuk semakin memeriahkan acara closing ceremony ini, suatu kehormatan bagi kami menampilkan puisi dari dua Mentor hebat yaitu Bu Mutmainah (Bu Emut) dan Bu Widya. 


Dua mentor ini menyampaikan puisi tentang Tragedi Kanjuruhan, Arema Malang. Puisi yang menyayat hati, saya pun merinding dan terharu mendengarnya. 

Terakhir sambutan dari saya sendiri sebagai ketua panitia closing ceremony kelas belajar menulis gelombang 27. Saya membagikan cerita awal bisa bergabung. 
Awal mula bergabung kelas belajar menulis ini seperti sebuah takdir. Seolah diarahkan secara tidak sengaja. Awalnya dikira seperti pelatihan yang pernah diikuti mendapatkan materi sudah selesai tidak kelanjutannya. Ternyata kelas belajar menulis ini berbeda. Pelatihan ini berkelanjutan. Sebenarnya kalau ditanya bagaimana sampai saya mengumpulkan resume dan menjadi F1 menjadi sebuah ketidaksengajaan. Karena sudah terasa larut malam, jadi sedini mungkin membuat resume dan mengirimkan tautannya di grup supaya selesai. Hari ke hari mengikuti malah menjadi sebuah tantangan, sampai akhirnya di pertengahan sedikit tumbang, namun tetap berusaha untuk mengerjakan resume di tengah kondisi yang lemah. Sampai akhirnya di acara closing ini. Mungkin saya adalah ketua kelas terpasif hingga kelas belajar gelombang ini. Namun inilah saya apa adanya. Semoga dengan kekurangan ini, tidak menutupi hasrat diri yang ingin maju dan berusaha menulis. 

Sebelum acara berakhir Pak Bryan, perwakilan dari Tim Solid memberikan arahan tentang syarat kelulusan kelas belajar menulis. 
Beliau menyampaikan kembali bahwa selain kumpulan resume minimal 20 di blog. Para peserta wajib memiliki buku solo. 
Alhamdulillah resume saya pun sudah memenuhi syarat, hanya saja tantangan buku solo ini begitu berat terasa. Tapi atas dukungan dari mentor saya Bu Widya. Malam ini saya kirimkan semua resume yang dibuat dalam bentuk word. Beliau pun berkenan memeriksa selepas mengedit buku lain yang sedang digarap. 

Acara pun hampir sampai pada penutup, ditampilkanlah testimoni dari Para Peserta Kelas Belajar Menulis. Ada juga yang memberikan testimoni secara langsung yaitu Bu Rubiana yang sebentar lagi menerbitkan buku solonya. 
Semoga saya bisa menyusul beliau untuk menerbitkan buku solo juga. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin. 

Akhirnya acara closing ceremony pun ditutup doa oleh Pak Dail Ma'ruf, salah satu narasumber hebat. 
Alhamdulillah, acara pun selesai. Dengan penuh perjuangan dan dukungan Rekan-rekan hebat acara bisa berjalan dengan lancar. Om Jay pun terus memotivasi kami para peserta. Semoga ada pertemuan khusus bercerita bersama Om Jay yang diusulkan Pak Ahmad Fatch sebelum kami para panitia meninggalkan zoom. Nantikanlah apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Untuk melihat keseluruhan acara closing ceremony dapat dilihat pada Channel Youtube Pak Fajar berikut ini https://youtu.be/iN7VRhgQirM

Penulis : Gina Dwi Septiani

Jumat, 28 Oktober 2022

Resume ke-30 Belajar Menulis @27

Resume ke-30
Gelombang 27
Tanggal : 28 Oktober 2022
Tema : Digitalisasi Gerakan Literasi
Narasumber : Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.
Moderator : Lely Suryani, S.Pd.SD.
Sampai juga pada pertemuan ke-30 Kelas Belajar Menulis. Materi kali ini disampaikan oleh Pak Bambang Purwanto atau lebih akrab disapa Mr. Bams. 

Beliau berbagi tentang pengalaman di dunia literasi khususnya Gerakan Literasi Sekolah dan Digitalisasinya.
(1) Gerakan Literasi Sekolah ada sejak tahun 2015 melalui Permendikbud No. 23 Tahun 2015 mengenai penumbuhan budi pekerti. Lahir sebuah gerakan membaca 15 menit sebelum belajar. 
Menjadi tantangan sendiri bagi saya di sekolah untuk mengaktifkan Gerakan Literasi Sekolah. Secara aturan itu benar diperlukan, namun kenyataan kadang terasa berat untuk dilakukan. Apalagi kalau di sekolah tempat mengajar belum diberikan ruang untuk mengembangkan Gerakan Literasi tersebut. 

(2) Digitalisasi adalah proses pengalihan informasi dalam bentuk analog ke bentuk digital. Proses pengalihan dilakukan dengan menggunakan teknologi digital, sehingga informasi bisa diperoleh dan ditransmisikan melalui peralatan dan jaringan internet.

Digitalisasi memang diperlukan, terutama untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini yang sudah mengarahkan ke arah digitalisasi. Bahkan televisi pun sebentar lagi harus beralih ke digital. Jadi teringat harus segera beli set box nih. 

(3) Beliau masih ingat pengalaman di sekolah tahun 2015, saat kegiatan GLS mulai di sekolah kami, yaitu SMP Taruna Bakti. Sebuah sekolah dengan konsep pembauran berada di kota Bandung. Jarak rumah ke sekolah adalah 20 KM. Mr. Bams setiap hari bersama kendaraan tersayang melaju 40 KM.

(4) Beliau pun memperkenalkan website literasi SMP Taruna Bakti yaitu http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/. Sebelum website pernah saya kelola dengan wordpress.com. Kini website ini sudah menggunakan domain yang sama dengan web sekolah.

(5) Kegiatan literasi yang dilaksanakan harus mendapat dukungan dari kita sebagai guru di sekolah. Lakukan dukungan literasi baik ada surat tugas maupun tidak. Menjadi relawan literasi menjadi sebuah kekuatan diri untuk bisa membumikan literasi di sekolah bahkan di masyarakat.

(6) Kegiatan literasi di SMP Taruna Bakti meliputi kegiatan sebagai berikut :
Senin : Membaca Kitab Suci
Selasa : Menyimak Cerita Melalui Youtube
Rabu : Membaca Buku Pilihan Sendiri
Kamis : Menyimak Cerita (Bahasa Inggris/Bahasa Sunda)
Jumat : Curhat

(7) Cerita Hikmah yang dilakukan Selasa dan Kamis, kita simpan juga di website
atau lengkapnya bisa dilihat disini

(8) Begitulah bentuk digitalisasi Gerakan Literasi Sekolah yang beliau lakukan di sekolah. Ada juga dukungan yang bisa dilakukan sebagai guru mata pelajaran. Beliau ingin berbagi dengan pengalaman mengelola kelas tetapi berkaitan dengan literasi. Beliau kelola semua melalui website penamrbams.id
(9) Setiap guru yang memiliki blog atau website bisa menjadikan media untuk mendukung pembelajaran yang diampu. Beliau menggunakan website untuk berbagai kepentingan :
1. Media Pembelajaran
2. Menyimpan Refleksi Diri
3. Dokumentasi Kegiatan OSIS-MPK (sesuai tugas, saat ini sebagai Pembina OSIS dan MPK)
4. Tulisan yang lainnya

Berikut ini tautan blog beliau yang berisi tentang pembelajaran https://penamrbams.id/pembelajaran-informatika-semester-ganjil-ta-2022-2023/

(10) Gambar di atas menunjukkan kelas yang beliau ajar. Setiap siswa nanti akan mengakses sesuai kelas masing-masing. Yang menarik ingin dibagikan malam ini adalah Refleksi Diri. Apa itu Refleksi Diri ? Setiap akhir pembelajaran setiap siswa bisa menuliskan hasil belajar, mulai dari apa yang didapat, apa yang masih menjadi kesulitan dan diberikan ruang untuk memberikan masukan kepada Mr. Bams sebagai guru.

(11) Beliau melanjutkan tentang refleksi diri. Setiap anak akan memberikan refleksi diri diakhir pembelajaran. Beliau akan memberikan point 10 bagi yang menuliskan refleksi diri. Poin akan terus diakumulasikan. Dapat dilihat di tautan berikut https://penamrbams.id/refleksi-diri-kelas-7a-semester-ganjil-smp-taruna-bakti/
(12) Refleksi Diri (RD) bagi Mr. Bams menjadi sebuah tempat untuk ruang bagi siswa untuk menuliskan apa yang mereka rasakan. Menulis memang butuh latihan, inilah salah satu tempat bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis. Poin yang diperoleh oleh siswa bisa menunjukan tingkat kedisiplinan. Ini menjadi kebiasaan bagi siswa. Setiap poin akan menujukan kesungguhan setiap siswa
Refleksi Diri tersebut Mr. Bams buat langsung di gform

Apabila masih penasaran dengan CV dan materi yang disampaikan beliau, kalian bisa melihatnya di tautan ini https://penamrbams.id/digitalisasi-gerakan-literasi-sekolah-ala-mr-bams/

Materi malam ini sungguh membantu, terutama bagi saya yang sedang berjuang bersama siswa untuk mengaktifkan kembali Gerakan Literasi di Sekolah. Semoga segera bisa dilaksanakan. Semangat Literasi

Penulis : Gina Dwi Septiani

Rabu, 26 Oktober 2022

Resume ke-29 Belajar Menulis @27

Resume ke-29
Gelombang 27
Tanggal : 26 Oktober 2022
Tema : Teknik Promosi Buku
Narasumber : Akbar Zainudin
Moderator : Purbaniasita K.S., S.Pd.
Tidak terasa Kelas Belajar Menulis ini sudah sampai pertemuan ke-29. Materi malam ini tentang Teknik Promosi Buku. 

Narasumber malam ini bernama lengkap Akbar Zainudin. Berikut ini biodata beliau. 
Tahukah kalian? Beliau ini adalah penulis buku laris Man Jadda Wajada yang diterbitkan tahun 2010. Di samping menjadi penulis beliau juga menjadi mentor menulis. Untuk semakin mengenal beliau, kalian bisa melihat tautan blog berikut ini 

Narasumber pun membagikan materinya. 

STRATEGI PROMOSI BUKU

APA ITU PROMOSI BUKU? 

Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. 

MENGAPA PROMOSI BUKU ITU PENTING? 

Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita. 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:
1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh. 
3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. 
4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.

TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU. 
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

PERTAMA, LAUNCHING BUKU. 
Program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia. 

Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube

Buatlah program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan. Tidak harus sekali. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku.

KEDUA, BEDAH BUKU. 
Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu di-upload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita. 

Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

KETIGA, SEMINAR ATAU PELATIHAN
Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau bukunya tentang motivasi dan menulis, maka secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. 

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

KEEMPAT, MEMBANGUN KOMUNITAS
Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 

Narasumber sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Beliau share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya beliau bentuk di WA Grup. Bahkan sesekali seminar melalui Zoom.

KELIMA, MEMBANGUN JARINGAN RESELLER
Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu reseller-nya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 

Pak Akbar, sang narasumber pun sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100-an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.

KEENAM, JUALAN DI MARKETPLACE
Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

KETUJUH, MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. 

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. 

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

CATATAN PENTING NARASUMBER
Sebagai catatan penutup, Beliau menyampaikan bahwa seorang penulis saat ini membutuhkan beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku. 

Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.

Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21. 

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

Bagaimana kalian tertarik untuk mempromosikan buku sendiri? Tentunya tertarik, apalagi kalau sudah punya buku solo sendiri. Semakin semangat untuk menghasilkan buku solo. Semoga dilancarkan menuju pembuatan buku solo. 

Ada kalimat dari Pak Akbar, sang narasumber mengatakan "Menulislah buku yang dibutuhkan oleh pembaca".

Sebagai penambah, Pak Akbar pun menyampaikan sebelum kita promosi buku kita sendiri, coba pikirkan 10 alasan apabila kita membeli buku? Semoga itu dapat membantu dalam mempromosikan buku. 

Penulis : Gina Dwi Septiani

Senin, 24 Oktober 2022

Resume ke-28 Belajar Menulis @27

Resume ke-28
Gelombang 27
Tanggal : 24 Oktober 2022
Tema : Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS
Narasumber :  Dr. Imron Rosidi, M.Pd.
Moderator : Muliadi

Materi malam ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mendapatkan poin untuk kenaikan pangkat dari sebuah buku yang dibuat. Terutama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menambah poin itu penting. 

Narasumber malam ini bernama Dr. Imron Rosidi, M.Pd. Beliau adalah Kepala SMA 1 Bangil. Beliau berhasil mendapatkan berbagai prestasi bahkan bisa meraih gelar doktor dan terbang ke Amerika. Berikut ini tautan beberapa profil beliau yang disampaikan moderator https://radarbromo.jawapos.com/features/04/12/2021/imron-rosidi-kepala-sman-1-bangil-yang-produktif-menulis-buku/
Narasumber pun memberikan biodata dan materi untuk dibaca dan disimak oleh para peserta kelas belajar menulis. 
Berdasarkan Permenpan No. PER/16/M.PAN-RB/11/2009, menjelaskan tentang langkah-langkah melaksanakan karya inovatif sebagai berikut. 
1. Menemukan teknologi tepat guna
2. Pembuat/ memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum
3. Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional
4. Menemukan/menciptakan karya seni

Buku yang dapat digunakan untuk kenaikan pangkat dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut. 
1. Publikasi Ilmiah
a. Buku Penelitian
Buku ini dihasilkan dari mengubah laporan penelitian menjadi sebuah buku. Buku ini akan mendapatkan angkat kredit, apabila dapat diterbitkan ber-ISBN dan diedarkan secara nasional atau ada pengakuan dari BNSP. Angka kredit yang didapatkan adalah empat (4). 

b. Buku Pelajaran
Buku ini biasanya ber-ISBN lengkap. Buku berisi buku pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi peserta didik pada suatu jenjang pendidikan tertentu. Apabila memiliki pengakuan BNSP mendapatkan angkat kredit yaitu enam (6),  ber-ISBN mendapatkan angkat kredit yaitu tiga (3) dan tidak ber-ISBN mendapatkan angkat kredit 1 (satu) 

c. Buku Pengayaan
Buku ini dapat berupa Modul/Diktat, Buku Pendidikan, Karya Terjemahan. 
Modul ini bertujuan supaya siswa bisa belajar sendiri. Diktat bertujuan untuk mempermudah/memperkaya materi pelajaran/ bidang studi yang disampaikan oleh guru. 
Buku Modul/Diktat ini akan mendapatkan poin tergantung pada tingkatannya berikut ini
Tingkat provinsi (angka kredit 1,5) 
Tingkat kota/kab (angka kredit 1) 
Tingkat sekolah (angka kredit 0,5) 

Buku Pendidikan berisi pengetahuan terkait dengan bidang pendidikan. 
Angkat kredit yang didapatkan berdasarkan terbitnya. Apabila ber-ISBN mendapatkan angkat kredit yaitu tiga (3) sedangkan angka yang tidak ber-ISBN yaitu 1,5.

Karya terjemahan adalah tulisan yang dihasilkan dari terjemahan buku pelajaran atau buku dalam bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya. Buku ini dapat menunjang ke pembelajaran. Angka kredit yang didapatkan yaitu satu (1). 

d. Buku Pedoman Guru
Buku tulisan guru yang berisi rencana tahunan guru. Buku pedoman guru disajikan dalam bentuk makalah, diketik dan dijilid. Pengajuan angka kredit untuk buku ini hanya boleh satu setiap pengajuan. Angka kredit yang didapatkan yaitu 1,5.

2. Karya Inovatif
a. Buku Kumpulan Puisi
Syarat mendapatkan poin dilihat dari jumlah puisinya yaitu harus berisi 20 puisi atau lebih untuk kategori sederhana sedangkan 40 puisi atau lebih untuk kategori kompleks

b. Buku Kumpulan Cerpen
Syarat mendapatkan poin dilihat dari jumlah cerpennya yaitu harus berisi 5 cerpen atau lebih untuk kategori sederhana sedangkan lebih dari 10 cerpen untuk kategori kompleks

c. Buku Novel
Syarat mendapatkan poin dilihat dari jumlah novelnya yaitu satu novel untuk kategori sederhana sedangkan dua novel untuk kategori kompleks. 

Penulis : Gina Dwi Septiani